Ibu Muda dan Prioritasnya Kini

10 May 2017 17:57 FMCG Super Administrator

Menjadi seorang ibu merupakan impian bagi seluruh wanita. Rasanya lengkap sudah sebagai wanita jika telah memiliki anak. Namun, bagaimana dengan seorang wanita yang menjadi ibu di usia 20 tahunan? Bagaimanakah mereka melalui hari-hari sebagai seseorang yang baru menjadi ibu?

Usia 20 tahunan, adalah usia di mana umumnya seseorang sedang meniti karir. Begitu pula wanita. Apalagi di tengah emansipasi wanita yang sedang digembor-gemborkan, kini wanita bukan lagi sosok pingitan yang kerjanya hanya di dapur saja. Tapi, bagaimanakah jika seorang wanita karir yang telah memunyai anak? Akankah ia menjadi ibu rumah tangga, atau tetap menjadi seorang ibu yang juga bekerja?

Maka dapat kita simpulkan bahwa ada dua tipe ibu muda. Pertama adalah ibu yang tidak bekerja atau bahkan meninggalkan pekerjaannya demi untuk mengurus anaknya yang biasa kita sebut full time mom. Dan kedua adalah ibu yang memilih tetap bekerja atau bisa kita sebut working mom. Keduanya pasti mengalami masa-masa yang sama ketika harus memiliki anak di usia muda untuk pertama kalinya. Namun, perbedaan status mereka (sebagai pekerja atau bukan) tentunya akan memengaruhi cara berpikir serta kegiatan mereka sehari-hari sebagai seorang ibu.

Sebuah riset yang dilakukan Inside.ID telah menemukan bahwa terdapat perbedaan gaya hidup antara ibu rumah tangga dengan ibu yang bekerja. Responden yang diteliti ini merupakan ibu berusia sekitar 25-29 tahun yang terbagi menjadi dua tipe, ibu rumah tangga dan ibu yang bekerja.

Full time mom mencurahkan seluruh harinya untuk keluarga

Sudah tentulah seorang ibu rumah tangga akan memiliki waktu yang lebih banyak dalam mengurusi keluarganya. Beberapa responden mengaku bahwa kegiatan sehari-hari mereka adalah dimulai dari bangun pagi untuk menyiapkan sarapan, mengantar dan menjemput anak ke sekolah, kemudian mengurus anak, bermain dengan anaknya, serta kegiatan lainnya yang merupakan tugas pokok seorang ibu.

Selain bisa mengurus keluarga dan perkembangan anaknya. Biasanya para working mom ini akan merasakan bosan, apalagi di saat sendirian ditinggal suami yang bekerja dan anak-anak yang berangkat sekolah. Nah, di sela waktunya itu, biasanya seorang ibu rumah tangga menghabiskan waktunya dengan bersosialisasi dengan tetangga, menonton tv, membaca berita, bahkan ada seorang responden yang mengaku tetap bisa mengurusi bisnis online di sela waktu yang ia miliki. Hal ini menunjukkan bahwa non-working mom tetap memenuhi kebutuhan mereka untuk bersosialisasi, yaitu dengan tetangga-tetangga sekitar. Mungkin ini yang menjadi asal-usul dari istilah bisik-bisik tetangga.

Yang lebih mengesankan lagi adalah, meski sang ibu telah memiliki banyak waktu di hari kerja untuk mengurusi anaknya, mereka tetap menghabiskan waktu di hari libur hanya dengan keluarga saja. Umumnya mereka pergi ke luar kota, jalan-jalan ke taman bermain, atau bahkan menghabiskan waktu di rumah untuk sekadar menonton DVD bersama keluarga.

Working Mom mesti ekstra pintar membagi waktunya

Setiap orang mungkin beranggapan bahwa seorang ibu yang bekerja tidak akan memiliki waktu untuk anaknya. Hal itu mungkin saja benar. Namun meski tak memiliki waktu banyak, Working mom akan mencurahkan cintanya dengan cara berbeda. Mungkin ia tak bisa sesering ibu rumah tangga yang selalu berada di rumah, tapi ia tak akan menyia-nyiakan waktunya selain untuk keluarga.

Working mom mesti bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Tak hanya itu ia juga memastikan anak-anaknya berangkat ke sekolah. Setelah menyelesaikan urusan rumah yang bisa ia pegang, ia kemudian bersiap-siap untuk bekerja dan menjalani harinya sebagai karyawan pada umumnya. Meski working mom tidak bisa selalu di rumah, tapi sungguh pekerjaan yang ia lakukan tentunya hanya ia dedikasikan untuk keluarga. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarganya.

Salah seorang responden yang merupakan ibu dengan satu anak mengaku meski ia bekerja dari pagi hingga malam, ia akan sering membawa anaknya dalam kegiatan-kegiatannya. Hal ini menunjukkan bahwa meski ia sudah cukup sibuk dengan pekerjaannya, ia selalu berusaha untuk menyempatkan diri mengurus anaknya di kala senggang. Bahkan meski harus membawa anaknya dalam kegiatannya sekalipun.

Tak jauh berbeda dengan responden tersebut, salah satu responden yang juga merupakan working mom yang memiliki anak lebih dari satu mengaku bahwa meski telah bekerja dari pagi sampai malam, ia selalu berusaha untuk pulang cepat agar bisa bertemu dengan keluarganya. Bukan hanya itu, ia juga menyempatkan diri untuk memasak makan malam, kemudian bermain dengan anaknya serta mengurus perkembangan mereka. Hal ini mungkin disebabkan karena working mom yang telah memiliki lebih dari satu anak telah lebih mengerti dan lebih pintar dalam mengatur waktunya.

Setelah kegiatan sehari-hari yang disibukkan dengan dunia pekerjaan, para working mom ini harus lebih ekstra pintar lagi membagi waktunya di akhir pekan. Salah seorang responden yang baru memiliki satu anak bahkan mengaku bahwa ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk pergi ke luar bersama teman dan malah menitipkan anaknya ke rumah orang tua atau mertua.

Berbeda dengan responden di atas, responden yang memiliki lebih dari satu anak mengaku bahwa ia biasanya menghabiskan akhir pekan untuk jalan-jalan bersama keluarga, pergi ke luar kota, belanja, atau tak jarang juga berwisata kuliner bersama keluarga. Nah, nampaknya working mom yang memiliki lebih dari satu anak ini bisa lebih pintar memanfaatkan waktunya untuk keluarga ya.

Jadi, bisa kita lihat sama-sama bagaimana para ibu muda menjalani hari-harinya. Meskipun terjadi perbedaan yang cukup jauh antara fulltime mom dan working mom, itu menunjukkan bahwa setiap ibu memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan kasih sayangnya loh.

Untuk laporan riset selengkapnya, hubungi kami.