Masyarakat dan Kartu Kredit Semakin Akrab

15 May 2017 11:23 Financial Super Administrator

Sejak manusia merasa membutuhkan manusia lainnya, proses tukar menukar/bertransaksi bukan lagi hal asing. Dimulai dari zaman tukar-menukar “barang” hingga akhirnya kini uang menjadi satu-satunya alat tukar. Peningkatan kebutuhan serta mobilitas manusia yang kian melaju, mendorong para pengusaha di bidang keuangan ini terus melakukan pembaharuan yang tak lain tujuannya untuk memudahkan manusia dalam bertransaksi. Menghadirkan fasilitas kartu kredit adalah salah satunya.

Kartu kredit adalah kartu yang dikeluarkan oleh bank sebagai alat pembayaran non-tunai. Bentuk dan fungsinya sebenarnya sama dengan kartu ATM, bedanya sistem pembayaran kartu ATM adalah dengan cara mengambil/memotong saldo rekening, sedangkan kartu kredit sistemnya adalah hutang. Jadi, kalau kartu ATM memiliki saldo, sedangkan kartu kredit tidak memiliki saldo. Semuanya dimasukkan sebagai hutang dan akan diakumulasikan selama sebulan untuk kemudian dilakukan penagihan oleh bank.

Perkembangan kartu kredit di Indonesia dimulai sejak pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan perbankan pada tahun 1988. Kebijakan tersebut yang menjadi awal dari hadirnya masa emas bagi bisnis kartu kredit di Indonesia. Sejak saat itu bermunculan lembaga-lembaga baik bank maupun perusahaan non-bank yang berlomba-lomba menerbitkan kartu kredit, semisal Hero Supermarket, IndoMobil Group, Rimo, dsb. Pada tahun 2008 tercatat tak kurang dari 20 bank atau perusahaan yang menawarkan kartu kredit di Indonesia.

Berdasarkan data yang dilansir oleh mykartukredit.com, pada September 2014, jumlah kartu kredit naik sebesar 4,59% dari 15,12 juta menjadi 15,18 juta kartu. Hal itu menunjukkan bahwa kartu kredit telah menjadi kebutuhan, bahkan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Begitu juga dengan riset yang dilakukan oleh Inside.ID, sebanyak 33% dari 693 responden mengaku memiliki kartu kredit. Kepemilikan tersebut didominasi oleh wanita sebanyak 36%. Hal tersebut mungkin karena wanita lebih senang berbelanja dibandingkan pria, sehingga kebutuhan akan kartu kredit lebih didominasi wanita.

Uniknya, dalam riset tersebut ditemukan bahwa pengguna kartu kredit yang sudah menikah lebih banyak (35%) dibanding yang belum menikah (29%). Hal tersebut mungkin disebabkan karena kebutuhan hidup bagi mereka yang sudah menikah lebih banyak dibandingkan yang belum menikah, apalagi bagi mereka yang sudah memiliki anak. Selain itu, saat seseorang menikah itu artinya jumlah pemasukan yang mereka miliki akan bertambah sehingga mereka lebih percaya diri saat mengajukan permohonan kartu kredit.

Lalu, berapa banyakkah kartu kredit yang dimiliki para responden?

Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki satu buah kartu kredit (44%) yang lebih didominasi oleh laki-laki berusia 18-24 tahun. Sedangkan sebanyak 26% memiliki sebanyak dua buah kartu kredit yang umumnya didominasi oleh responden wanita. Jadi, kesimpulannya responden yang memiliki 1 kartu kredit mayoritas adalah laki-laki, sedangkan yang memiliki 2 kartu kredit umumnya adalah wanita.

Kebutuhan setiap individu akan penggunaan kartu kredit memang berbeda. Buktinya saja masih ada sebanyak 4% responden yang mengaku memiliki lebih dari 5 kartu kredit. Hal itu mungkin untuk mendukung kegiatan bisnis atau semacamnya. Nah, selanjutnya mari kita telusuri bank mana saja yang menjadi tujuan para pengguna kartu kredit.

Kartu kredit bank BCA, CIMB Niaga, Mandiri, dan Mega merupakan kartu kredita yang paling sering digunakan. Tetapi urutannya akan berubah jika kita bicara soal kartu kredit utama. Bank yang paling banyak dijadikan sebagai kartu kredit utama adalah BCA (29%), Mandiri (15%), dan BNI (12%). Sedangkan bank CIMB Niaga, dan Mega meskipun banyak digunakan oleh responden, nyatanya hanya digunakan sebagai kartu kredit cadangan saja.

Nah, setelah menyimak berbagai hasil riset di atas, maka dapat kita katakan bahwa saat ini kartu kredit merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Ditambah dengan sebanyak 56% responden yang memiliki kartu kredit lebih dari satu, semakin menunjukkan bahwa kartu kredit berhasil memikat hati masyarakat Indonesia yang memang terkenal dengan sikap konsumtifnya.

Untuk laporan riset selengkapnya, hubungi kami.