Soft Drink, Teman Setia Bagi Remaja

10 May 2017 17:59 FMCG Super Administrator

Masa remaja adalah masa transisi dari usia anak-anak menuju awal kedewasaan. Dalam usia ini terjadi banyak perubahan mulai dari perubahan fisik hingga perubahan psikis. Seiring perubahan tersebut, para remaja membutuhkan pendukung dalam memenuhi kebutuhannya.

Granville Stanley Hall, seorang Bapak Psikologi Remaja, mengklasifikasikan kebutuhan remaja menjadi beberapa kebutuhan yaitu; kebutuhan organik, kebutuhan emosional, kebutuhan berprestasi, dan kebutuhan untuk mempertahankan diri. Jadi, kebutuhan remaja dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kebutuhan fisik dan psikologis.

Kebutuhan fisik maksudnya adalah kebutuhan organik seperti makan, minum, dan bernafas. Sedangkan kebutuhan psikologis mencakup kebutuhan emosional, kebutuhan berprestasi, dan kebutuhan untuk mempertahankan diri.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Inside.ID terhadap beberapa remaja di Jabodetabek mengungkapkan hasil mengenai peran soft drink bagi para remaja. Saat mereka menikmati usia remaja, ternyata soft drink cukup berperan bagi mereka yang sedang asik-asiknya mencari jati diri. Riset tersebut menemukan bahwa terdapat empat peran soft drink bagi anak muda.

Pertama, ia berperan sebagai minuman penyegar. Soft drink yang umumnya digandrungi oleh para remaja ini diakui oleh beberapa responden berperan sebagai minuman penyegar yang tepat di saat cuaca panas. Karena saat cuaca sedang panas, rasanya meminum air putih kurang cukup bagi mereka. “Ketika cuaca panas, dan matahari begitu terik, saya biasanya meminum soft drink. Itu benar-benar menyegarkan bagi saya”, ungkap salah seorang responden.

Kedua, ia berperan sebagai minuman alternatif. Pendapat lainnya dari seorang responden berusia 21 tahun, mengungkapkan bahwa soft drink menjadi minuman alternatif di antara minuman-minuman lainnya. “Kadang-kadang ketika saya merasa bosan dengan apa yang biasa saya minum di kantin, saya ingin mencoba sesuatu yang baru. Jadi saya membeli soft drink”, ungkapnya.

Ketiga, sebagai peningkat mood atau mood booster. Nah, kalau responden di atas mengaku memilih soft drink karena merasa bosan dengan apa yang biasa ia minum, lain lagi dengan responden yang mengaku bahwa soft drink berperan sebagai mood booster saat ia merasa bosan dengan apa yang sedang ia lakukan. Mungkin ketika bosan saat mengerjakan tugas atau lainnya. “Saya meminum soft drink ketika merasa bosan. Dalam keadaan seperti itu, soft drink bisa meningkatkan mood saya”, ungkap seorang responden yang berusia 19 tahun itu.

Terakhir, soft drink diakui berperan sebagai bagian sakral dari perkumpulan. Entah ketika kumpul bersama keluarga maupun bersama sahabat. Kehadirannya menjadi bagian penting di tengah kehangatan yang sedang tercipta. Ia benar-benar menjadi bagian dari perkumpulan itu sendiri. Entah sejak kapan tradisi ini dimulai, tapi tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran sebotol soft drink selalu menjadi pelengkap.

Selain menemukan mengenai empat peran soft drink bagi remaja, riset yang dilakukan Inside.ID pun menemukan tiga hal yang menjadi halangan saat meminum soft drink.

Pertama, tren gaya hidup sehat. Akhir-akhir ini masyarakat kita sedang marak-maraknya menerapkan hidup sehat. Mulai dari meminum infused water setiap pagi, menjaga pola makan, sampai dengan berolahraga yang teratur. Di samping itu juga banyak kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, misalnya saja Car Free Day yang seringkali diisi dengan kegiatan-kegiatan berolahraga. Kini, masyarakat mulai sadar dengan pentingnya menjaga apa yang mereka konsumsi, semata-mata untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Kedua, kandungan negatif yang terdapat di dalam soft drink. Sudah banyak berita, artikel, laporan investigasi, dan dokumentasi yang memaparkan mengenai hal-hal negatif dari kandungan soft drink. Mungkin Anda pernah melihat pemberitaan tentang bahan kandungan yang terdapat di soft drink mengandung cairan kimia yang berbahaya. Hal-hal tersebut pada akhirnya mengakibatkan kesadaran pada masyarakat akan bahaya dari kandungan soft drink itu sendiri.

Ketiga, larangan konsumsi soft drink bagi mereka yang sedang diet. Kondisi ini hampir sama dengan gaya hidup sehat yang telah dipaparkan sebelumnya. Selain mulai sadar dengan hidup sehat, masyarakat juga mulai sadar dengan diet. Banyak juga metode diet yang menjadi tren di kalangan masyarakat. Nah, kandungan gula dan kalori yang terdapat dalam soft drink itulah yang dipantangkan dan dihindari oleh mereka yang sedang diet.

Berdasarkan pengungkapan para responden, maka dapat kita simpulkan kalau peran soft drink sebagai minuman penyegar dan minuman alternatif itu dapat dikategorikan sebagai pemenuh kebutuhan organik/fisik. Sedangkan peran sebagai peningkat mood dan bagian dalam sebuah perkumpulan dapat dikategorikan sebagai pemenuh kebutuhan psikologis. Selain itu, terdapat tiga hal yang membatasi masyarakat saat mengonsumsi soft drink, yakni, penerapan gaya hidup sehat, kandungan negatif pada soft drink, dan larangan bagi mereka yang diet. Jadi meskipun soft drink banyak dikonsumsi, masyarakat mulai sadar dengan dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari meminum soft drink. Sehingga, hal tersebut bisa membatasi mereka dari meminum soft drink yang berlebihan.

Untuk laporan riset selengkapnya, hubungi kami.