9 Dari 10 Orang Pernah Berbelanja Online, Anda?

15 May 2017 11:42 Media & Hiburan Super Administrator

Siapa bisa menyangkal bahwa semakin hari kualitas jaringan internet di Indonesia semakin baik dan semakin luas cakupannya. Meluasnya cakupan jaringan internet ini rupanya menjadi dalang besar di balik kesuksesan bisnis dunia maya. Ya, bisnis dunia maya ini tak lain adalah e-commerce yang sedang naik daun. Terbukti dari riset yang dilakukan Inside.ID mengungkapkan fakta menakjubkan bahwa 9 dari 10 orang pernah melakukan transaksi berbasis media elektronik ini.

Apasih e-commerce itu?

Amir Hartman, seorang lulusan Harvard Business School, dalam bukunya Net Ready mendefinisikan E-commerce sebagai suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antar institusi dengan konsumen langsung (B-to-C). Sederhananya, e-commerce adalah kegiatan berbelanja dengan menggunakan internet sebagai media utamanya. Pembeli tidak perlu mengunjungi toko penjual untuk membeli sesuatu, tinggal memesan melalui ponsel pintar atau melalui website dengan sistemshopping cart, kemudian toko akan mengirimkan barangnya langsung ke tempat si pembeli. Nah nampaknya kini masyarakat Indonesia sedang dijamuri dengan kegiatan berbelanja online ini.

Riset yang dilakukan selama bulan Maret-April 2016 menunjukkan bahwa sebanyak 97% responden pernah mengunjungi situs e-commerce dan sebanyak 96% mengaku pernah melakukan transaksi belanja online ini. Intensitas mengunjungi situs e-commerce juga terbilang cukup tinggi, yakni bisa mencapai 6-7 kali dalam seminggu. Ini artinya beberapa responden rutin mengunjungi situs belanja online setiap harinya. Wah, jangan-jangan pasar sudah mulai dilupakan ya.

Menurut Matthew Driver, presiden MasterCard untuk wilayah Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pasar e-commerce yang terbesar di Asia-Pasifik. Jadi tak heran kalau pengguna e-commerce berdasarkan riset ini mencapai angka hampir 100%. Lalu kapankah terakhir para responden itu melakukan transaksi?

Mayoritas responden (36%) melakukan transaksi dalam satu minggu terakhir yang didominasi oleh kaum wanita sebanyak 42%. Memang, kaum hawa selalu unggul dalam hal perbelanjaan ya. Terbukti dari transaksi e-commerce di kalangan wanita lebih aktif dibandingkan kaum pria. Nah, berapa sih besaran nominal transaksi yang mereka lakukan?

Data dari Menkominfo menyebutkan bahwa nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai angka Rp130 triliun. Bukan main, besar juga ya nominalnya. Berapa ya kira-kira transaksi terbesar yang pernah dilakukan para responden saat berbelanja online?

Inside.ID mengungkapkan besaran nominal terbesar yang pernah dilakukan mayoritas sebanyak Rp 100.000 – Rp 500.000, yang lagi-lagi didominasi oleh kaum hawa. Mungkin karena jumlahnya yang tidak terlalu besar, menyebabkan wanita lebih sering belanja. Berbeda dengan kaum pria yang tidak seaktif wanita, dalam sekali transaksi ternyata kaum pria bisa mencapai angka Rp 2.000.001 – Rp 5.000.000. Dari data di atas menunjukkan bahwa kaum pria lebih mudah dan berani mengeluarkan uang yang cukup besar saat berbelanja online. Hm, apa aja sih yang mereka beli melalui e-commerce ini?

Saat melakukan transaksi e-commerce, kategori fashion merupakan kategori yang paling diminati. Sebanyak 8 dari 10 responden mengaku pernah membeli barang fashion di e-commerce. Jelas, kategori ini didominasi oleh wanita sebanyak 88%, selisih sebesar 14% dari responden pria. Kalau wanita mengidolakan kategori fashion, para kaum pria ini ternyata mengidolakan kategori handphone, tablet, dan gadget.

Pada akhirnya, bukanlah sekedar mekanisme penjualan barang atau jasa melalui internet, tetapi juga lebih pada sebuah transformasi bisnis yang semakin memudahkan masyarakat. Sistem pelayanan yang memudahkan konsumenlah yang menjadi faktor utama mengapa sistem berbelanja ini menjadi tren di kalangan masyarakat. Meskipun begitu, semoga tren ini tidak menimbulkan dampak buruk ya, terutama kepada penjual-penjual yang masih menggunakan sistem konvensional. Ya, semoga.

Untuk laporan riset selengkapnya, hubungi kami.