Susu Formula, Pembantu Peran Penting Ibu

10 May 2017 17:53 FMCG Super Administrator

Membesarkan anak hingga tumbuh sehat dan pintar adalah dambaan semua orangtua. Apalagi bagi seorang ibu yang membesarkan anaknya secara biologis, atau menyusui. Namun, bagi sebagian ibu, memberikan ASI saja belum cukup. Tak jarang ibu memilih susu formula sebagai penunjang dalam membesarkan anak-anaknya.

Tesis yang ditulis oleh Siti Maesaroh, seorang master biologi dari IPB pada tahun 2008 menunjukkan hasil penelitian bahwa kebutuhan terhadap susu formula cukup besar meskipun para ibu menyusui tetap memberikan ASI kepada anaknya. Bahkan, berdasarkan data Top Brand Index 2013, salah satu merk susu formula lokal mengalami peningkatan angka jual dari tahun ke tahun. Nah, hal tersebut menunjukkan bahwa, selain memberikan ASI, tak sedikit ibu yang juga memberikan susu formula kepada anaknya.

Melihat fenomena ini, Inside.ID melakukan penelitian terhadap responden yang berusia sekitar 25-29 tahun. Responden adalah para ibu yang memiliki anak mulai dari usia dua bulan sampai dengan empat tahun.

Peran Susu Formula

“Saya akan melakukan apapun untuk melindungi anak saya. Tapi ya mau bagaimanapun juga, saya hanya bisa menjaga dari luar saja. Banyak hal yang tidak bisa saya lakukan, terutama hal-hal yang terjadi di dalam tubuh anak saya." Tutur salah seorang responden saat ditanyai mengenai peran susu formula bagi ia dan anaknya.

Dari penuturan tersebut menunjukkan bahwa, meski seorang ibu sudah memberikan ASI dan merawat anaknya setiap hari, ia masih merasa bahwa ada sesuatu yang tak bisa ia lakukan seorang diri. Ia tak bisa tahu apa yang terjadi di dalam tubuh anaknya. Karena itulah susu formula berperan seperti seseorang yang melindungi anaknya, khususnya melindungi dari hal-hal yang tidak bisa ia ketahui.

Menurut Prof Dr Ali Khomsan MS, guru besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB, susu memiliki banyak kandungan gizi yang kompleks sehingga baik untuk kecerdasan otak dan pertumbuhan tubuh anak. Maka tak heran jika bagi sebagian responden susu formula berperan sebagai nutrisi penunjang yang mampu menjadi pelindung untuk anak mereka, serta membantu mereka untuk tumbuh besar.

Peran lainnya yang dikemukakan oleh responden adalah, susu formula menjadi alternatif saat tidak bisa menyusui. Hal ini umumnya dialami oleh para ibu yang membawa anaknya saat berpergian. Karena tentu tidak mungkin sang ibu memberikan ASI di tempat umum.

Susu formula juga bisa berperan saat seorang ibu menghindari alergi makanan pada anaknya. Hal ini bisa terjadi apabila seorang bayi memiliki alergi pada makanan tertentu, maka sang ibu tidak bisa menyusui saat ia memakannya. “Bayi saya alergi pada beberapa jenis makanan, misalnya stroberi. Jadi, ketika saya memakan stroberi, saya tidak bisa menyusui.” Tutur salah seorang responden.

Kemudian yang terakhir adalah, susu formula berperan sebagai pengganti ASI (PASI). Hal ini terjadi saat seorang ibu tidak bisa menghasilkan cukup ASI. Tentunya peran susu formula dalam hal ini sangatlah besar di mana bukan sekadar penunjang, tapi sebagai asupan utama sang anak. Akan tetapi, dengan melihat kandungan-kandungan yang terdapat dalam susu formula, sang ibu tidak merasa khawatir lagi meski ia tidak bisa menyusui anaknya.

Nah, setelah kita tahu apa saja peran susu formula bagi para ibu. Selanjutnya mari kita simak mengenai apa saja yang akhirnya memengaruhi seorang ibu untuk memberikan susu formula.

Faktor-faktor yang memengaruhi

a. Ketakutan terbesar seorang ibu

Faktor yang pertama adalah ketakutan terbesar yang dirasakan oleh seorang ibu saat membesarkan anaknya. Ketakutan tersebutlah yang pada akhirnya mendorong sang ibu untuk melakukan hal yang terbaik dengan memberikan susu formula.

Ketakutan-ketakutan di atas adalah apa yang dipaparkan oleh para responden. Perasaan bahwa mereka belum memberikan yang terbaik kepada anaknyalah yang pada akhirnya mendorong seorang ibu untuk menunjang pertumbuhan anaknya dengan susu formula. Selain itu, bagi seorang ibu yang bekerja, ia takut tidak bisa berada di samping anaknya di saat anaknya membutuhkannya. Dengan begitu, ia berharap posisinya akan digantikan oleh si susu formula.

Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa ibu juga memiliki ketakutan yang lebih jauh lagi. Mereka takut kalau-kalau anaknya tidak akan sehat, tidak pintar, bahkan akan cacat jika tidak menerima nutrisi yang cukup. Ketakutan itulah yang pada akhirnya membuat sang ibu berlari dan mencari pertolongan pada susu formula.

b. Faktor penggerak untuk membeli

Setelah mengetahui ketakutan terbesar yang dirasakan oleh para ibu. Faktor berikutnya adalah hal-hal yang kemudian menggerakkan seorang ibu memilih untuk membeli susu formula.

Berdasarkan riset tersebut, ditemukan empat hal yang berperan penting dalam menggerakkan seorang ibu untuk membeli susu formula. Yang pertama, rekomendasi ahli terhadap susu formula. Yang dimaksud dengan "ahli" di sini adalah dokter, bidan, atau nutrisionis. Seorang ibu yang tidak pernah memberikan susu formula kepada anaknya akan tergerak saat seorang ahli memberikan rekomendasi. Dengan rekomendasi tersebut, sang ibu akan merasa lebih percaya dan yakin.

Kemudian yang kedua adalah rekomendasi keluarga dan kerabat. Saat seorang ibu ingin memberikan yang terbaik pada anaknya, ia butuh rekomendasi dari keluarga dan kerabat yang dirasa lebih meyakinkan. Rekomendasi dari keluarga dan kerabat ini umumnya dirasakan oleh sang ibu lebih aman dibanding harus coba-coba. Hal ini dikarenakan oleh dua faktor. Pertama, saat menerima rekomendasi dari keluarga dan kerabat, sang ibu yakin bahwa mereka juga sayang kepada anaknya (memiliki sense of belonging), sehingga tidak memberikan rekomendasi yang asal-asalan. Kedua adalah faktor DNA. Saat keluarga terdekat memberikan rekomendasi, sang ibu memiliki persepsi bahwa susu tersebut juga akan cocok dengan anaknya, karena pada dasarnya darah mereka sama.

Selanjutnya yang ketiga adalah, kandungan lengkap yang dimiliki susu formula turut berperan. Hal ini menjadi pertimbangan penting sehingga apa yang diberikan kepada anaknya benar-benar yang terbaik. Dan yang terakhir adalah soal harga. Pada umumnya, seorang ibu yakin bahwa harga akan menentukan kualitas. Maka tak heran kalau susu formula bahkan menjadi daftar dalam belanja bulanan yang kadang memakan budget cukup tinggi. Hal ini tak lain karena sang ibu ingin memberikan yang terbaik.

c. Proses pengambilan keputusan

Sebagai seorang konsumen, tentunya ada proses yang terjadi dalam diri seorang ibu, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli suatu produk susu formula. Proses yang pertama terjadi ketika media mulai mengiklankan produk-produk susu formula. Pada tahap ini sang ibu, secara pasif, mulai sadar mengenai manfaat-manfaat susu formula. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara konsumsi susu formula dengan frekuensi paparan media yang memuat iklan susu. Hal itu ditunjukkan dengan hasil persentase sebesar 75,9% responden yang sering dipapar oleh iklan susu perharinya, konsumsi susu balitanya tergolong baik.

Selain itu, ada dua hal yang muncul dalam diri seorang ibu ketika terpapar media mengenai produk susu formula tersebut. Pertama, memberikan kesadaran kepada sang ibu bahwa ia membutuhkan susu formula. Dalam hal ini, iklan telah berhasil membangkitkan kesadaran akan kebutuhan terhadap susu formula. Kemudian yang kedua, iklan tersebut akan memberikan sensasi emosional sesuai dengan gambaran-gambaran yang ditampilkan dalam iklan. Sang ibu ingin anak mereka tumbuh dengan pintar, cerdas, serta mandiri seperti gambaran dalam iklan susu pada umumnya.

Setelah melihat iklan yang biasanya didapatkan di TV dan internet. Sang ibu kemudian berlanjut ke tahap melihat harga produk tersebut. Hal ini biasanya dicocokkan dengan kesesuaian budget. Setelah melihat budget, mereka akan beranjak pada tahap selanjutnya yakni mencari ulasan dan rekomendasi mengenai produk susu formula tersebut. Mereka umumnya akan mencari ulasan tersebut ke keluarga/kerabatnya, dokter, atau juga melihat ulasan di internet. Hal ini adalah proses terakhir dalam menentukan keputusan. Biasanya akan ada dua sampai tiga produk yang dibandingkan sehingga pada akhirnya memilih produk tertentu.

Nah, setelah kita melihat ulasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa susu formula memiliki peran yang cukup penting ya. Susu formula memiliki peranan secara emosional dan fungsional. Secara emosional, susu formula memberikan rasa aman kepada ibu. Sedangkan secara fungsional, susu formula membantu pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Bagi seorang ibu, melihat anaknya bertumbuh dewasa, sehat, dan berbakti, adalah suatu hal yang tak ternilai harganya.

Untuk laporan riset selengkapnya, hubungi kami.