Tahun 2016, Masyarakat Mulai Menjauh dari Televisi

15 May 2017 11:38 Media & Hiburan Super Administrator

Di tahun 2015, Inside.ID melakukan riset mengenai kebiasaan masyarakat dalam membaca berita. Berdasarkan riset tersebut ditemukan bahwa antara pria dan wanita memiliki kebiasaan yang berbeda dalam membaca berita. Mulai dari media yang digunakan, waktu-waktu membaca berita, sampai dengan aktivitas yang dilakukan saat membaca berita.

Menginjak tahun 2016, Inside.ID kembali melakukan riset serupa untuk mengetahui apakah terjadi perubahan-perubahan yang cukup signifikan dalam kebiasaan membaca berita. Mungkinkah perbedaan wanita dan pria yang terjadi di tahun 2015 bisa menyatu di tahun 2016 ini? Yuk kita telusuri hasil risetnya.

Media yang digunakan

Dewasa ini dunia semakin terbuka. Terbuka dengan segala kemajuan yang memudahkan kita melakukan segala aktivitas. Kalau dulu kita harus membuka lembaran-lembaran kertas untuk membaca berita, saat ini hanya dengan sentuhan jari saja kita sudah bisa menikmati berita-berita melalui ponsel pintar.

Kalau riset tahun lalu menunjukkan bahwa koran bukan lagi menjadi media teratas yang diincar oleh masyarakat, begitu juga dengan tahun ini. Internet, televisi, dan media sosial masih menjadi media yang diincar dalam mencari berita. Akan tetapi, di tahun 2016 ini terjadi peningkatan sebanyak 9% pembaca wanita memilih untuk mencari berita di koran, sedangkan pria yang umumnya lebih senang membaca koran mengalami penurunan sebanyak 5%. Selain itu juga, terjadi penurunan pembaca wanita yang memilih media internet sebanyak 7% serta media sosial 10%. Mungkinkah koran kini lebih menarik hati para wanita?

Meski terjadi peningkatan sebanyak 9% wanita yang membaca koran, nyatanya koran tetap menjadi media yang tidak begitu diminati. Media yang menjadi favorit atau media yang paling diminati adalah internet. Yang mengejutkan adalah, media televisi yang sempat menduduki peringkat kedua setelah internet, kini telah bergeser kedudukannya. Angka perubahannya pun cukup tinggi, media televisi mengalami penurunan sebanyak 10% (laki-laki mengalami penurunan sebanyak 16%, wanita sebanyak 3%). Kemanakah larinya para pembaca itu?

Jawabannya media sosial. Dewasa ini masyarakat semakin sering berinteraksi dengan dengan media sosial dibandingkan menonton televisi. Pasalnya kita bisa mengakses media sosial di mana saja dan kapan saja melalui handphone yang menjadi barang wajib saat ini. Selain untuk bertegur sapa ataupun update status, kini media sosial juga sering dijadikan sebagai tempat untuk membagikan artikel-artikel berita.

Portal-portal berita yang bisa terhubung dengan medsos merupakan salah satu kemudahan bagi pembaca untuk men-share artikel tersebut. Orang-orang jadi semakin senang membagikan berita melalui akun-akun facebook, twitter, line, path, dan medsos lainnya. Bahkan tak jarang juga mereka mem-follow akun sumber berita tertentu agar selalu up-to-date. Hal inilah yang berdampbak pada semakin seringnya para pengguna medsos untuk membuka artikel yang mereka temukan di timeline saat bercengkrama dengan medsosnya.

Maka tak heran kalau terjadi peningkatan pembaca berita melalui medsos sebanyak 9% (kaum laki-laki sebanyak 12% dan wanita sebanyak 2%). Peningkatan yang cukup tinggi inilah yang membawa media sosial menduduki peringkat kedua menggantikan televisi.

Frekuensi membaca berita

Di tahun 2015, riset menunjukkan bahwa sebanyak 8 dari 10 orang membaca berita setiap hari. Pada tahun ini, terjadi peningkatan sebanyak 7% responden yang membaca berita di setiap harinya. Jadi bisa dikatakan hampir 9 dari 10 orang menjadikan berita sebagai kebutuhan sehari-hari. Wah, sepertinya ini menjadi kabar baik untuk kita ya.

Waktu untuk membaca berita

Lalu bagaimana dengan waktu-waktu dalam membaca berita? Apakah terjadi perubahan? Dalam riset sebelumnya, kami menyimpulkan bahwa kaum pria membaca berita untuk mengawali harinya sedangkan wanita membaca berita untuk menutup harinya. Nampaknya kesimpulan itu kini sudah tidak berlaku. Pasalnya kini terjadi peningkatan sebanyak 13% pria membaca berita di pukul (18.01-21.00). Sedangkan sebanyak 12% perempuan mengalami peningkatan membaca berita di pagi hari (09;01 – 12.00). Dan mengejutkannya, terjadi penurunan sebanyak 21% perempuan yang membaca berita di pukul 21.01 – 00.00.

Perubahan itu menunjukkan bahwa kini kaum pria mayoritas membaca berita bukan untuk mengawali harinya, tapi lebih banyak di waktu sore mulai pukul 18.01 hingga pukul 9 malam. Akan tetapi, meskipun wanita banyak yang mulai meninggalkan kebiasaan membaca berita pada pukul 9 malam ke atas, tetap saja mayoritas kaum wanita memilih membaca wanita di waktu 18.01 – 21.00 sama seperti tahun sebelumnya. Nah, kali ini mayoritas pria dan wanita memiliki waktu membaca berita yang sama loh, yakni pukul 18.01 – 21.00.

Aktivitas yang dilakukan saat membaca berita

Kebiasaan selanjutnya yang akan kita bahas adalah aktivitas sampingan atau aktivitas yang dilakukan bersamaan dengan membaca berita. Di tahun 2016 ini terjadi peningkatan sebanyak 10% pria yang membaca berita sambil minum kopi atau teh. Peningkatan lainnya yang terjadi di tahun ini adalah membaca berita sambil makan atau nyemil yakni sebanyak 8% (6% pria dan 6% wanita). Sedangkan untuk aktivitas bekerja terjadi penurunan sebanyak 9% (11% pria dan 6% wanita).

Tapi, jika kita simpulkan, sebenarnya tidak terjadi perubahan yang cukup signifikan untuk aktivitas sampingan yang sering dilakukan oleh wanita. Baik di tahun 2015 maupun tahun 2016, aktivitas yang paling sering dilakukan oleh wanita saat membaca koran adalah sambil mengutak-atik hp, sambil makan atau nyemil, sambil minum kopi atau teh, dan sambil bekerja (diurutkan berdasarkan responden terbanyak). Tapi tidak begitu dengan pria, kalau di tahun 2015 kegiatan sambil bekerja lebih banyak dibanding makan atau nyemil kini berubah menjadi lebih banyak yang membaca berita sambil makan atau nyemil dibandingkan sambil bekerja.

Bahasa dalam berita

Nah, selanjutnya kita akan membahas mengenai bahasa di dalam berita. Kalau pada riset sebelumnya mengungkapkan bahwa sudah banyak masyarakat yang mengonsumsi berita berbahasa Inggris, tahun ini ternyata mengalami penurunan yang cukup tinggi yakni sebesar 11%. Sedangkan untuk berita berbahasa Indonesia umumnya tidak mengalami perubahan sama sekali, hampir seluruh pembaca berita memilih untuk membaca berita berbahasa Indonesia.

Nah, berdasarkan pemaparan-pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di tahun ini di antaranya, media sosial lebih diminati dibandingkan dengan televisi, hampir 9 dari 10 responden membaca berita di setiap harinya, mayoritas kaum pria dan wanita memiliki waktu membaca berita yang sama, minat membaca berita berbahasa Inggris mengalami penurunan, serta saat ini lebih banyak pria yang senang membaca berita sambil makan atau nyemil dibandingkan sambil bekerja. Bagaimana menurut Anda, apakah perubahan-perubahan ini merupakan kabar baik?

Untuk informasi riset selengkapnya, hubungi kami.