Artikel

Penulis ,
Yang paling menyebalkan dari sebuah kejadian buruk bukanlah saat hal itu terjadi, melainkan saat kita masih dibayang-bayangi oleh kejadian itu. Apalagi jika kejadian itu sudah lama berlalu tapi masih bisa kita ingat dengan sangat detail. Hal itu pastilah sangat mengganggu. Tapi tenang saja, kali ini kita tidak akan membahas soal ?mantan? yang sering disebut sebagai ingatan paling menyeramkan. Pasalnya, ada hal yang lebih menyeramkan dari sekadar si mantan!
Kali ini survey yang dilakukan Inside.ID berhasil menggali mengenai pengalaman masyarakat bertemu dengan hal-hal mistis. Begitulah yang dirasakan oleh 32% responden dalam riset yang dilakukan oleh Inside.ID. Mereka mengaku pernah mengalami kejadian yang berbau dengan hal-hal mistis. Mereka tidak mendengarnya dari orang lain, melainkan benar-benar mengalaminya sendiri.
Bukan hanya mengaku pernah mengalaminya saja, 9 dari 10 responden mengaku masih ingat dengan kejadian menyeramkan yang mereka alami. Sebanyak 54% responden mengaku masih mengingatnya dengan sangat detail dan 36% mengaku mengingatnya secara samar-samar. Sedangkan hanya 10% responden saja yang mengaku tidak mengingatnya sama sekali.
Uniknya, mayoritas responden mengalami kejadian tersebut lebih dari satu tahun yang lalu. Hal itu menunjukkan bahwa kejadian menyeramkan yang mereka alami itu sulit untuk dihilangkan dan masih terekam jelas meski sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Sebenarnya hal ini sudah termasuk ke dalam kategori gejala trauma. Seperti yang dilansir oleh penyakitmental.blogspot.co.id, salah satu gejala trauma adalah memutar kembali peristiwa traumatis.
Dengan memiliki memori dan ingatan yang masih sangat mendetail ini menunjukkan bahwa sebanyak 90% responden di atas mengalami salah satu gejala trauma yakni memutar kembali peristiwa traumatis. Pasalnya memori tersebut mengakibatkan peristiwa itu terkadang terasa hidup kembali. Bisa jadi melalui mimpi atau mungkin halusinasi yang diciptakan sendiri.
Senada dengan pernyataan di atas, penelitian yang dilakukan di Universitas Lund, Swedia mengungkapkan bahwa melatih melupakan peristiwa traumatis bisa lebih rumit. Jadi, wajar saja kalau sebagian responden yang mengalami kejadian mistis di atas memang sulit untuk menghapusnya dari ingatan. Selanjutnya, bagaimanakah mereka mengatasi hal ini?
Berdasarkan riset Inside.ID, sebanyak 48% responden mengaku melakukan sesuatu untuk menghindari kejadian tersebut. Hal ini umumnya dilakukan oleh kaum wanita (55%). Menariknya, mereka tidak melakukan cara yang ekstrim untuk menghindari pengalaman buruk itu. Sebanyak 62% memilih berpegang pada agama. Mereka percaya bahwa dengan berdoa pada Tuhan sudah cukup untuk menghindarkan mereka dari kejadian-kejadian menyeramkan. Sedangkan 16% memilih untuk tidak jatuh di lubang yang sama, yakni dengan menghindari area-area angker atau tempat mereka mengalami kejadian.
Wah, cukup mengagumkan ya cara yang mereka lakukan agar tidak kembali mengalami kejadian mistis. Nah, bagaimana dengan kalian yang pernah mengalami kejadian mistis? Masihkah kalian dihantui oleh bayang-bayangnya?