Artikel

Penulis ,
Berbagi cerita adalah hal yang tak pernah terlewatkan saat kita berkumpul dengan teman. Biasanya kita akan berbagi cerita soal kegiatan sehari-hari, pengalaman-pengalaman lucu, bahkan juga perihal cinta. Nah, kalau sudah kehabisan cerita, biasanya cerita horor akan jadi pilihan. Apalagi kalau kumpulnya sambil menginap, sudah bisa dipastikan kalau kita bakalan begadang sambil mendegarkan cerita seram.
Cerita seram yang kita dengarkan beragam jenisnya. Entah mengapa setiap orang selalu memiliki bahan cerita seram yang siap dibagikan. Bahkan, mungkin kita bisa mendengarkan satu cerita dengan berbagai macam versi. Nah, kalau kita pernah mendengarkan cerita yang seperti itu, berarti itu adalah mitos/urban legend. Tapi meskipun begitu, tidak semua urban legend bersifat bohong, hanya saja penyebarannya yang melalui mulut ke mulut tidak bisa membuktikan dari mana asalnya cerita menyeramkan itu.
Pada bulan Desember 2015 sampai dengan Januari 2016 lalu, Inside.ID melakukan survey mengenai mitos atau urban legend. Berdasarkan survey ini ditemukan hasil bahwa ternyata masyarakat kita begitu dekat dengan cerita-cerita mitos/urban legend. Terbukti dari sebanyak 79% responden mengaku pernah mendengar cerita-cerita tersebut.


Cerita tersebut biasanya berasal dari tempat tinggalnya sendiri. Kalau setiap manusia punya cerita, begitu juga dengan setiap tempat memiliki ceritanya masing-masing. Misalnya saja cerita-cerita seram sebuah sekolah peninggalan jaman belanda, atau suatu daerah bekas rawa-rawa. Meski kebenarannya belum bisa dipastikan, tapi cerita-cerita seram tersebut seringkali membawa cap sebuah tempat. Nah, dari 79% tadi, 52% di antaranya mengaku pernah mendengar selentingan cerita mitos di daerah tempat tinggal mereka. Sedangkan 27% lainnya mendengar yang bukan berasal dari daerah tempat tinggal mereka. Lalu, mitos seperti apakah yang mereka dengar?


Hampir seluruh responden mengaku bahwa mitos yang mereka dengar adalah cerita-cerita horror yang berbau mistis seperti, penunggu, setan, hantu, jin, dan sebagainya. Selain itu sebanyak 27% mendengar cerita tentang pembunuhan dan bunuh diri. Harus diakui bahwa cerita-cerita itu apapun jenisnya memang berhasil membuat kita bergidik ketakutan. Entah karena suasananya, penceritanya, atau memang karena kita terlalu mempercayainya. Tapi sebenarnya, berapa banyak sih mereka yang percaya dengan cerita-cerita itu?


Riset ini mengungkapkan ternyata hanya 17% yang benar-benar percaya dengan mitos tadi. Sedangkan 22% mengaku tidak percaya sama sekali. Sisanya sebanyak 61% mengaku ragu antara percaya atau tidak dengan cerita tersebut.
Nah, hal itu membuktikan bahwa meski masyarakat begitu dekat dengan cerita-cerita menyeramkan, itu tidak berarti mereka mempercayainya begitu saja. Bagaimana dengan kalian? Percayakah kalian dengan cerita-cerita mistis yang pernah kalian dengar?