Artikel

Penulis ,
Tepat satu tahun lalu, 20 Oktober 2014, presiden terpilih Joko Widodo beserta wakilnya Jusuf Kalla mengikrarkan sumpah jabatan sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia. Hal itu juga berarti bahwa sudah satu tahun sejak presiden ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan kepemimpinannya kepada presiden terpilih Joko Widodo.
Setelah melewati satu tahun dengan kepemimpinan baru, bagaimakah kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap masa depan Indonesia kelak?
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Inside.ID terhadap 181 responden di Jabodetabek pada bulan Maret lalu, ternyata masyarakat Indonesia belum terlalu optimis dengan kepemimpinan Jokowi-Kalla. Terbukti dari hasil riset, Kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla hanya memperoleh kepercayaan dengan skor sebesar 4,5 ?dengan skala skor tertinggi 7-. Kepercayaan terhadap Industri Kreatif bahkan lebih tinggi dibandingkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi-Kalla. Hal tersebut bisa dilihat berdasarkan grafik di bawah ini:


Berbeda dengan kepemimpinan Jokowi-Kalla, pariwisata Indonesia ternyata mendapatkan kepercayaan tertinggi dari masyarakat dengan perolehan skor sebesar 5,2. Ini artinya masyarakat cenderung memiliki optimisme yang tinggi terhadap pariwisata Indonesia. Seperti yang dilansir oleh selasar.com, dalam kesiapan menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sektor pariwisata bisa dikatakan sebagai sektor yang paling siap dalam menghadapi gelombang kompetisi. Maka, tentulah sangat jelas jika masyarakat menaruh kepercayaan yang cukup tinggi dalam sektor ini.
Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenparekraf Noviendi Makalam yang mengungkapkan bahwa kesiapan Indonesia di bidang pariwisata secara umum berada di posisi kedua setelah Singapura. Hal ini menunjukkan bahwa keindahan Indonesia tak kalah dengan keindahan-keindahan di luar negeri sana. Bahkan banyak kota wisata yang bisa kita sejajarkan keindahannya dengan wisata luar negeri, misalnya Brown Canyon di Semarang yang sama seperti Grand Canyon, Raja Ampat yang mirip dengan Phi Phi Island, Taman Nasional Baluran yang mirip dengan Padang Savana Afrika, Pulau Komodo yang mirip dengan New Zealand, serta masih banyak lagi kota wisata indah lainnya di Indonesia. Semoga kelak pariwisata Indonesia akan membawa Indonesia pada masa depan yang gemilang.
Namun sangat disayangkan, meski kepercayaan terhadap pariwisata cukup tinggi, survei tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap lingkungan hidup merupakan salah satu urutan yang paling terakhir selain olahraga, yaitu dengan skor sebesar 4,4. Nampaknya masyarakat kita cenderung pesimis melihat lingkungan hidup Indonesia di masa yang akan datang. Sungguh hal yang sangat menyedihkan, di mana ketika pariwisata menduduki peringkat pertama, lingkungan hidup yang jelas-jelas merupakan kesatuan dari pariwisata itu sendiri malah menduduki peringkat terakhir.
Bahkan menurut kompasiana, saat ini Indonesia sedang mengalami ?Darurat Kabut Asap? di beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera. Apakah hal ini berarti bahwa kesadaran kita terhadap lingkungan hidup masih sangat kecil? Benarkah kondisi Indonesia dari segi lingkungan sebegitu buruknya? Entahlah. Semoga di masa depan, seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan lingkungan hidup yang sehat dan nyaman.