Artikel

Penulis ,
Maskulinitas pria terbukti berpengaruh terhadap segmen bacaan yang mereka pilih. Pada riset Inside.ID tahun lalu membuktikan bahwa pria lebih menyenangi bacaan yang berat dibandingkan dengan wanita yang cenderung memilih bacaan ringan. Lalu bagaimana di tahun 2016 ini? masihkah maskulinitas pria memengaruhi segmen bacaan pria?
Pada riset Inside.ID sebelumnya, ditemukan bahwa 7 dari 10 pria senang membaca berita politik. Bahkan ia menjadi segmen yang paling utama yang dicari oleh kaum pria. Setelah segmen politik, segmen berikutnya yang sering dipilih kaum pria adalah ekonomi, teknologi, berita internasional, dan kemudian olahraga.
Di tahun 2016 ini, melalui riset yang serupa ditemukan hasil bahwa berita yang paling sering dipilih pria saat ini adalah segmen teknologi yang mengalami peningkatan sebanyak 13%. Hal ini menyebabkan segmen politik menduduki peringkat kedua. Begitu juga dengan segmen berita internasional yang mengalami penurunan sebanyak 5% menyebabkan peringkatnya dikalahkan oleh segmen olahraga yang mengalami peningkatan sebanyak 4%. Akan tetapi meskipun mengalami kenaikan dan penurunan di beberapa segmen, dapat dikatakan bahwa segmen-segmen yang dipilih kaum pria ini masih tergolong pada berita-berita yang bersifat berat.
Sedangkan bagi pembaca wanita, di tahun 2015 segmen pariwisata dan kesehatan merupakan segmen teratas yang paling disenangi. Di tahun 2016 ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi terhadap segmen kesehatan yakni sebanyak 11%. Peningkatan yang cukup tinggi itulah yang menyebabkan segmen pariwisata yang sebelumnya menduduki peringkat pertama berhasil tergeser menjadi segmen kesehatan.
Mengejutkannya, di tahun ini pun terjadi peningkatan sebanyak 10% wanita mencari berita teknologi. Akan tetapi hal tersebut nyatanya tidak menjadikan teknologi menjadi segmen teratas. Pariwisata dan kesehatan masih menjadi berita yang diminati wanita. Rasanya wanita masih tetap menyenangi bacaan yang ringan ya.

Secara keseluruhan untuk segmen berita terfavorit, pariwisata masih memegang peringkat pertama bahkan mengalami peningkatan sebanyak 3%. Akan tetapi tetap saja segmen ini masih didominasi oleh kaum wanita. Segmen berita yang paling diminati berikutnya ditempati oleh segmen teknologi dan kesehatan.
Segmen teknologi mengalami peningkatan yang cukup tinggi pada tahun ini. Hal ini bisa jadi dipicu oleh perkembangan teknologi yang semakin maju. Misalnya saja, di awal tahun 2016 ini tepatnya bulan Maret, Google akan meluncurkan Project Ara yang merupakan smartphone bersifat modular yang bisa dibongkar pasang sesuka hati dan memudahkan kita untuk memodifikasinya sesuai kebutuhan. Selain itu juga banyak teknologi lainnya yang dinanti-nanti kehadirannya di tahun 2016 ini seperti perangkat virtual reality, proyektor mobile, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penyimpanan awan, dan perkembangan teknologi lainnya. Ternyata kemajuan-kemajuan teknologi ini mampu meningkatkan animo masyarakat dalam mengonsumsi berita-berita teknologi.
Sebelumnya di tahun 2015, dengan perolehan persentase yang sama peringkat kedua segmen terfavorit diduduki oleh segmen olahraga dan kesehatan. Namun kali ini olahraga telah menurun dan digantikan dengan segmen teknologi yang mengalami peningkatan pembaca pria sebanyak 9%.
Merujuk pada temuan riset di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa maskulinitas pria masih memengaruhi bacaan yang mereka pilih. Sama seperti di tahun 2015, kini pria pun masih menyenangi bacaan berat dan wanita masih lebih menyenangi bacaan ringan. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Jawabannya masih sama dengan tahun sebelumnya. Jumlah pria yang membaca berita untuk berdiskusi bersama rekannya lebih banyak dibandingkan wanita. Sedangkan jumlah wanita yang membaca berita sebagai pengisi waktu luang lebih banyak dibandingkan pria. Maka tak heran kalau pria cenderung membaca berita yang bersifat berat dibandingkan wanita yang hanya menjadikan berita sebagai rekan di kala santai. Jadi kita bisa simpulkan kalau sampai saat ini maskulinitas pria masih mempengaruhi jenis bacaan yang mereka senangi ya.