Artikel

Penulis ,
Membesarkan anak hingga tumbuh sehat dan pintar adalah dambaan semua orangtua. Apalagi bagi seorang ibu yang membesarkan anaknya secara biologis, atau menyusui. Namun, bagi sebagian ibu, memberikan ASI saja belum cukup. Tak jarang ibu memilih susu formula sebagai penunjang dalam membesarkan anak-anaknya.
Tesis yang ditulis oleh Siti Maesaroh, seorang master biologi dari IPB pada tahun 2008 menunjukkan hasil penelitian bahwa kebutuhan terhadap susu formula cukup besar meskipun para ibu menyusui tetap memberikan ASI kepada anaknya. Bahkan, berdasarkan data Top Brand Index 2013, salah satu merk susu formula lokal mengalami peningkatan angka jual dari tahun ke tahun. Nah, hal tersebut menunjukkan bahwa, selain memberikan ASI, tak sedikit ibu yang juga memberikan susu formula kepada anaknya.
Melihat fenomena ini, Inside.ID melakukan penelitian terhadap responden yang berusia sekitar 25-29 tahun. Responden adalah para ibu yang memiliki anak mulai dari usia dua bulan sampai dengan empat tahun.

Peran Susu Formula

?Saya akan melakukan apapun untuk melindungi anak saya. Tapi ya mau bagaimanapun juga, saya hanya bisa menjaga dari luar saja. Banyak hal yang tidak bisa saya lakukan, terutama hal-hal yang terjadi di dalam tubuh anak saya." Tutur salah seorang responden saat ditanyai mengenai peran susu formula bagi ia dan anaknya.
Dari penuturan tersebut menunjukkan bahwa, meski seorang ibu sudah memberikan ASI dan merawat anaknya setiap hari, ia masih merasa bahwa ada sesuatu yang tak bisa ia lakukan seorang diri. Ia tak bisa tahu apa yang terjadi di dalam tubuh anaknya. Karena itulah susu formula berperan seperti seseorang yang melindungi anaknya, khususnya melindungi dari hal-hal yang tidak bisa ia ketahui.
Menurut Prof Dr Ali Khomsan MS, guru besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB, susu memiliki banyak kandungan gizi yang kompleks sehingga baik untuk kecerdasan otak dan pertumbuhan tubuh anak. Maka tak heran jika bagi sebagian responden susu formula berperan sebagai nutrisi penunjang yang mampu menjadi pelindung untuk anak mereka, serta membantu mereka untuk tumbuh besar.
Peran lainnya yang dikemukakan oleh responden adalah, susu formula menjadi alternatif saat tidak bisa menyusui. Hal ini umumnya dialami oleh para ibu yang membawa anaknya saat berpergian. Karena tentu tidak mungkin sang ibu memberikan ASI di tempat umum.
Susu formula juga bisa berperan saat seorang ibu menghindari alergi makanan pada anaknya. Hal ini bisa terjadi apabila seorang bayi memiliki alergi pada makanan tertentu, maka sang ibu tidak bisa menyusui saat ia memakannya. ?Bayi saya alergi pada beberapa jenis makanan, misalnya stroberi. Jadi, ketika saya memakan stroberi, saya tidak bisa menyusui.? Tutur salah seorang responden.


Kemudian yang terakhir adalah, susu formula berperan sebagai pengganti ASI (PASI). Hal ini terjadi saat seorang ibu tidak bisa menghasilkan cukup ASI. Tentunya peran susu formula dalam hal ini sangatlah besar di mana bukan sekadar penunjang, tapi sebagai asupan utama sang anak. Akan tetapi, dengan melihat kandungan-kandungan yang terdapat dalam susu formula, sang ibu tidak merasa khawatir lagi meski ia tidak bisa menyusui anaknya.
Nah, setelah kita tahu apa saja peran susu formula bagi para ibu. Selanjutnya mari kita simak mengenai apa saja yang akhirnya memengaruhi seorang ibu untuk memberikan susu formula.
Faktor-faktor yang memengaruhi
a. Ketakutan terbesar seorang ibu
Faktor yang pertama adalah ketakutan terbesar yang dirasakan oleh seorang ibu saat membesarkan anaknya. Ketakutan tersebutlah yang pada akhirnya mendorong sang ibu untuk melakukan hal yang terbaik dengan memberikan susu formula.


Ketakutan-ketakutan di atas adalah apa yang dipaparkan oleh para responden. Perasaan bahwa mereka belum memberikan yang terbaik kepada anaknyalah yang pada akhirnya mendorong seorang ibu untuk menunjang pertumbuhan anaknya dengan susu formula. Selain itu, bagi seorang ibu yang bekerja, ia takut tidak bisa berada di samping anaknya di saat anaknya membutuhkannya. Dengan begitu, ia berharap posisinya akan digantikan oleh si susu formula.
Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa ibu juga memiliki ketakutan yang lebih jauh lagi. Mereka takut kalau-kalau anaknya tidak akan sehat, tidak pintar, bahkan akan cacat jika tidak menerima nutrisi yang cukup. Ketakutan itulah yang pada akhirnya membuat sang ibu berlari dan mencari pertolongan pada susu formula.
b. Faktor penggerak untuk membeli
Setelah mengetahui ketakutan terbesar yang dirasakan oleh para ibu. Faktor berikutnya adalah hal-hal yang kemudian menggerakkan seorang ibu memilih untuk membeli susu formula.