Artikel

Penulis ,
Jika dulu kebanyakan gamer menghabiskan waktunya di warnet untuk bermain game online, kini yang terjadi justru sebaliknya. Bahkan, kantor pun menjadi tempat pilihan untuk bermain game.
Apakah ini yang dinamakan work hard play hard? Entahlah. Yang pasti dalam survei yang dilakukan Inside ID terhadap 248 responden yang dilakukan pada Maret lalu, terkuak bahwa kantor menjadi salah satu tempat favorit untuk bermain game. Posisi kantor berada di peringkat ke-2 dengan persentase sebanyak 38%, di mana rumah menjadi tempat yang mendominasi untuk bermain game dengan pencapaian lebih dari 90%.


Dengan adanya hasil survei ini bisa disimpulkan bahwa warnet atau pun rental PS yang dulu menjadi tempat nongkrong paling favorit untuk bermain game justru makin ditinggalkan. Kebanyakan orang kini lebih memilih berada di rumah karena memang perangkat game tidak hanya melulu berupa laptop/PC dan konsol saja, tetapi juga smartphone. Apalagi jaringan internet broadband fiber optik sudah mulai merambah ke pemakaian rumahan. Jadi, jika ingin bermain game dengan koneksi internet super cepat, mereka tidak perlu melenggang ke warnet.
Sementara untuk koneksi internet di perkantoran, jangan ditanya lagi, sebab sudah dipastikan layanan broadband yang dihadirkan lebih tinggi dibandingkan rumahan pada umumnya. Hal ini dikarenakan penyedia jasa layanan internet (Internet Services Provider/ISP) memberikan layanan service-level agreement (SLA) alias jaminan koneksi tanpa down-time hingga di atas 90% untuk jaringan internet perkantoran. Tentu saja hal ini ada korelasinya dengan alasan kenapa banyak yang memilih kantor sebagai tempat untuk bermain game karena koneksi internetnya lebih cepat dan tanpa hambatan.
Smartphone Melangkahi Konsol Game
Perangkat handphone tampaknya telah berevolusi ke perangkat serba bisa yang lebih canggih alias smartphone. Jika dulu fitur game paling terkenal hanyalah game Snake di handphone Nokia jadul, kini berbagai judul game mencuat melintasi berbagai genre.
Harus diakui game merupakan aplikasi favorit dan wajib diinstal di perangkat smartphone. Di kalangan vendor pembuat smartphone pun, game diakui menjadi salah satu faktor penting bagi mereka dalam menyusun spesifikasi smartphone buatannya. Dari sini seolah terjadi pakem tersendiri di mana kelayakan sebuah smartphone dilihat dari seberapa besar kemampuannya untuk digunakan bermain game.
Siapa sih di sini yang tidak tahu game populer seperti Angry Bird, Candy Crush Saga, Clash of Clan, dan Flappy Bird? Nah, Jadi tak mengherankan jika di balik fungsi utamanya sebagai alat telekomunikasi, smartphone menjadi perangkat game terfavorit. Survei yang digelar Inside ID tersebut juga mengungkapkan bahwa smartphone berada di peringkat teratas sebagai perangkat yang dipilih untuk bermain game.
Dominasi smartphone yang mencapai 85% responden tentu membuatnya jauh mengalahkan konsol game seperti PlayStation dan konsol game portable yang sejatinya dihadirkan sebagai perangkat game murni.Parahnya lagi, kedua jenis konsol tersebut bahkan juga ditaklukkan oleh PC/laptop.

Smartphone yang semakin canggih dan koneksi internet yang semakin baik di Indonesia juga tidak dapat dipungkiri turut berkontribusi terhadap makin individualisnya para gamer. Tak mengherankan jika perangkat ini menjadi media yang mengasyikan untuk bermain game. Imbasnya, warnet pun mulai ditinggalkan para gamer dan perlahan akan menjadi kenangan.